Matematika Keuangan

Friday, 20 September 2013



MATEMATIKA KEUANGAN

Dosen : Nita Andriyani B,SE,Msi,Akt

06 September 2013
Materi :
  1.   Fungsi Exponensial  dan deret hitung
  2. Deret  Ukur 
  3. Bunga tunggal dan bunga majemuk
  4. Diskonta  Tunggal
  5. Anuitas Biasa
  6. Anuitas  Dimuka
      

13 September 2013
BAB I
Fungsi Exponensial

Fungsi Exponensial adalah suatu konstanta yang berpangkat variable bebas
Y = ax  dengan y= variable terikat dan a= variable bebas
Contoh ;
Y= aekx  dengan a 0, a > 0 ( bernilai positif )

Contoh soal :
1.       Hasil penelitian bagian pemasaran dari perusahaan penerbit majalah wanita menunjukkan bahwa hasil penjualan ( L ) sangat ditentukan oleh kuantitas atau jumlah promosi melalui televise ( T ). Semakin banyak jumlah promosi semakin tinggi hasil penjualan, hubungan hasil penjualan dan jumlah promosi ditunjukkan dengan  fungsi exponensial sbb:
R = 100 + 100,2P
Diminta :
a. Apabila perusahaan tidak melakukan promosi ,tentukan besarnya hasil penjualan?
b. Apabila perusahaan melakukan promosi melalui televise sebanyal 10 kali dalam satu hari, tentukan hasil penjualan perhari ?
Jawab :
                R = hasil penjualan
                P = jumlah promosi
a.    P =0

R = 100 + 100,2P
R = 100 + 100,2.0
R = 100 + 100
R = 100 + 1
R = 101
 
b.  P=10
R = 100 + 100,2P
R = 100 + 10 0,2.10
R = 100 + 102
R = 200

2.       Tuan Ahmad sebagai pemilik wartel menerima tawaran kredit dari BNI sebesar  Rp 20.000.000,- dengan tingkat bunga sebesar 18 % pertahun. Pinjaman tersebut harus dilunasi maksimum dalam jangka waktu 5 tahun, dengan perhitungan bunga majemuk bulanan. Tentukan :
a.       Fungsi yang menunjukkan hubungan antaran jumlah dana yang harus dikembalikan dengan periode pembayaran bunga ( fungsi exponensial )
b.      Jumlah yang harus dibayarkan kembali apabila tuan ahmad akan melunasi dalam jangka waktu 3 tahun

Jawab:
Fungsi bunga majemuk
Fn = P ( 1+i/m)^mn
F= Future value (nilai masa depan)
n= tahun
P= Present value ( nilai sekarang)
m= Total pengembalian bunga
i= interest (bunga)
a.       P= 20.000.000
I= 18% PERTAHUN
n= 5 thn
m= 12
Fn = P ( 1+i/m)^mn
Fn = 20.000.000 (1+0,18/12)^12n
b.      n= 3thn
Fn = 20.000.000 (1+0,18/12)12.3
F3 = 20.000.000 ( 1+ 0,015)36
F3 = 20.000.000 (1,015)36
F3 = 34.182.791


BAB II
DERET

Deret adalah bilangan yang tersusun secara teratur dan mempunyai aturan-aturan tertentu
Contoh:
1,2,3,4,5
1, -5 , 1/3 , 10, 2/4 ( bukan deret )


DERET HITUNG
Adalah deret yang perubahan suku-sukunya berdasarkan penjumlahan terhadap sebuah bilangan tertentu
1)      Suku ke-n dari deret hitung
Sn = a + (n-1)b
Contoh : suatu deret hitung 2,6,10,14,18,22, Berapakah suku ke-10
Jawab :
n=10
a=2
b=4
        Sn = a + (n-1)b
        S10 = 2 + (10-1)4
        S10 = 2 + 9.4
        S10 = 2 + 36
        S10 = 38

2)      Jumlah suku ke-n dari deret hitung
  1.   Jn = S1 + S2 + S3 +S4 +....
  2. Jn = na + n/2 (n-1)b
  3. Jn = n/2 (a+Sn)


Contoh soal:
1)      Dari sebuah deret hitung yang suku pertamanya a = 10 dan pembeda antar sukunya b = 2, hitunglah
  1. aSuku ke-4 ( S4 )
  2. S10
  3. J5
  4. J10
Jawab:
1.       Sn = a+ (n-1)b
S4 = 10 + ( 4-1)2
S4 = 10 +6
S4 = 16
2.      Sn = a + (n-1)b
S10= 10 + (10-1)2
S10= 10 + 18
S10 = 28
3.       Jn = na + n/2   (n-1)b
J5 = 5.10 + 5/2   (5-1)2
J5 = 50 +  5/2 x 8
J5 = 50 + 20
J5 = 70
4.      Jn = n/2 (a + Sn )
J10 =  10/2  (10 + 28 )
J10 = 5 (38)
J10 = 190             

2)      Jika a = 100 dan S7 = 160, hitunglah
  1.     b ? 
  2.  S11 ?
  3. Nilai n untuk Sn = 250

Jawab :
1)      Sn = a + (n-1)b
S7 = 100 + (7-1)b
160=100 + 6b
160-100 =6b
60=6b
b = 10
2)      Sn = a + (n-1)b
S11 = 100 + (11-1)10
S11 = 100 + 100
S11 = 200
3)       Sn =250
n ?
Sn = a + (n-1)b
250 = 100 + (n-1)10
250 – 100 = 10n -10
150 = 10n-10
150+10 =10n
160 =10n
n =16

3)      Berapa a dan b jika J3 = 180 dan S4 = 0
Jawab :
Sn = a+ (n-1)b
S4 =0
0 = a + (4-1)b
0 = a + 3b
-a =3b
a =-3b

J3=180
Jn = na + n/2 (n-1)b
180 =3.-3b +3/2 (3-1)b
180 = -9b +3b
180 =-6b
b = 30
a = -3b
a= -3.30
a= -90


0 comments:

Post a Comment